Kamis, Agustus 11, 2022

Blunder Politik Tukang Bakso

Oleh : Kadarisman, Pemerhati Politik Banua

Dalam politik perilaku aktor menjadi sangat penting untuk tetap dijaga secara sadar. Perilaku dapat menjadi pesan politik kepada konstituen yang berkonsekuensi positif dan bisa pula negatif. Kerap blunder terjadi. Pada akhirnya dapat meruntuhkan reputasi politik itu sendiri.

Kelakar Ketua Umum PDIP Megawati yang menyebut tukang bakso menjadi blunder dan tidak menguntungkan. Sejatinya apa yang Ketum PDIP sampaikan hanya diksi yang substansinya untuk menghangatkan suasana agar mencair.

“Jadi ketika saya mau punya mantu, saya sudah bilang ke anak-anak yang tiga ini. Awas lho kalau nyarinya kayak tukang bakso,” kata Mega dalam pidatonya dikutip dari channel PDIP

Suasana pun menghangat. Pernyataan Megawati tersebut itu langsung disambut gelak tawa dari Puan Maharani dan kader PDIP yang hadir.

Ketum PDIP dengan jargonnya sebagai partai wong cilik itu sangat tidak mungkin bermaksud merendahkan siapapun, lebih-lebih tukang bakso. Tetapi, kelakar Presiden ke 5 Indonesia itu sedang ada di panggung politik.

Candaan itu disambar lawan politik, dikemas sedemikian rupa lalu didistribusikan melalui beragam saluran media publik seolah menjadi kebenaran.

Begitulah dinamika politik. Kehidupan aktor politik sejatinya tidak akan pernah lepas dari perhatian publik. Dia menjadi tempat dari banyak mata berpadu dan tertuju, mulai dari kalangan kawan termasuk juga dari lawan.

Blunder Politik bisa terjadi kepada elit politik manapun, seperti juga pernah menimpa Ahok ketika menyitir salah satu ayat Alquran yang berujung membuat eksistensinya di kancah perebutan kekuasaan politik DKI menjadi kandas.

Blunder Politik salah satu indikator yang bisa berkontribusi pada kegagalan dalam pencapaian kekuasaan yang demokratis.

Oleh karena itu aktor politik mestinya menyiapkan dirinya lahir dan bathin, lalu mengisi kedua ruang itu hanya dengan sesuatu yang menjadi konsep sadar apa yang boleh dan tidak untuk dijadikan pilihan bersikap, termasuk pilihan membuat kelakar dan candaan.

Aktivitas framing sungguh sangat berkembang dan liar. Dewasa ini apapun dapat diframing sesuai dengan pesan yang hendak disampaikan.

Menyiapkan konsep sadar sebelum muncul ke ruang publik menjadi penting mengurangi framing negatif dari pihak lawan.

Framing ini yang kemudian juga terjadi pada Gubernur DKI Anis Baswedan. Kegiatan malam ramah tamah Jakarta E-Prix 2022 di Balai Kota.

Keputusan mengundang para pendukung kegiatan balap mobil listrik beberapa waktu lalu, termasuk pengusaha bakso dan pelaku UMKM lainnya dikaitkan dengan viralnya pernyataan Megawati tentang kelakarnya soal tukang bakso.

Boleh saja ini adalah sebuah kejadian kebetulan. Kebetulan saja kelakar Megawati tentang soal bakso. Di sisi lain kebetulan juga Anis Baswedan mengundang dan jumpa pers yang melibatkan tukang bakso. Kebetulan-kebetulan itu boleh saja terjadi. Hanya saja kebetulan itu terjadi pada dimensi politik yang semakin dekat pada tahun politik 2024.

Panggung politik tidak lepas dari kepekaan menyampaikan sesuatu dan melihat peluang sesuatu. Dalam konteks politik Anis yang selama ini sangat rapi menjalankan  konsep sadar dalam bersikap, juga piawai melihat peluang “memukul” lawan dengan kalem.

Pernyataan kelakar  soal tukang bakso Megawati di forum Rakernas PDIP di Lenteng Agung dan kegiatan malam ramah tamah Jakarta E-Prix 2022 di Balai Kota Gubernur berbeda tempat, waktu, ruang dan momentum. Tak ada hubungannya menautkan dua hal yang berbeda itu. Kasat matanya begitu. Tapi tentu bukan sesederhana itu bagi para elit dan aktor.

Dari banyak kejadian sejatinya semuanya adalah pengajaran. Dari sana elit politik lainnya, termasuk para elit di daerah dapat mengambil pelajaran. Menyiapkan konsep sadar secara lahir dan bathin menjadi keniscayaan.

Menjauhkan diri dari blunder atas sesuatu sejatinya mendekatkan diri dari tujuan politik itu sendiri.

Namun tidak cukup hanya bermodalkan konsep sadar. Aktor politik mesti pula punya sensetivitas menangkap peluang dari blunder lawan politik lainnya agar ruang kecewa yang terbuka di hati pemilih dapat segera di isi dan berganti dari orang lain menjadi diri kita.

Tidak ada yang buruk dan jahat dari blunder Politik para elit. Karena seorang negarawan bukan seorang yang berpikiran sempit. Mereka punya carkawala yang luas soal memahami bangsa ini, melebihi yang kita pahami.

Ini hanya soal dinamika di ruang politik. Bukan soal dan tentang tukang bakso dengan Ketum PDIP Megawati. Bukan pula tentang dan soal tukang bakso dengan Anis Baswedan.  Tapi semua ini tentang tukang bakso yang semakin untung dan cuannya bertambah.

Imbasnya, tukang bakso akan panen undangan. Ada pula yang akan  borong bakso buat makan-makan.  Dan itu terjadi. Tukang bakso tetap diuntungkan. Karena memang tidak ada keburukan apapun dalam  viralnya dua kejadian pada dua aktor politik elit nasional itu*

Artikel terkait

Kebangkitan Dunia Pendidikan dari Covid 19

Oleh : Gilang Setia Mahendra, A. Ridho Afriyanto dan Titik Anjarini Wonosobo - Saat ini kita sedang dihadapkan dengan virus Covid-19 yang berdampak besar pada...

Pembelajaran Tematik Di Era New Normal dengan Menerapkan Blended Learning

Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun kebelakang ini menyebabkan perubahan yang begitu besar khusunya di dunia Pendidikan. Dampak yang terjadi salah satunya...

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SDN SINDURJAN pada Masa Pandemi

SDN Sindurjan Purworejo merupakan salah satu Sekolah Dasar yang mengalami dampak dari pandemi COVID-19. Meskipun pada tahun ajaran 2021/2022 COVID-19 sudah mereda namun SDN Sindurjan...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

tetap terhubung

8,590FansSuka
3,370PengikutMengikuti

Berita Terkini

Berikut Kriteria Penilaian Lomba Pos Kamling di Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com – Dalam pelaksanaan lomba Pos Kamling ada sejumlah kategori yang harus diperhatikan bagi peserta yang ikut berpartisipasi. Kasatpol-PP dan Damkar Tabalong, Abdul Halim...

Noor Farida Minta Fasilitas Olah Raga di Selatan Tabalong Diperhatikan

TANJUNG, kontrasonline.com - Fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang masih dianggap minim khususnya di wilayah Selatan Bumi Saraba Kawa mendapat sorotan anggota DPRD Tabalong. Hj....

Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran di Lahan Kosong Desa Karangan Putih

TANJUNG, kontrasonline.com – Kebakaran lahan terjadi di desa Karangan Putih RT 06 kecamatan Kelua pada Selasa (9/8) siang kemarin.  Lahan milik warga setempat yang terbakar...

Meriahkan HUT RI ke 77, Satpol-PP dan Damkar Tabalong Gelar Lomba Pos Kamling

TANJUNG, kontrasonline.com – Memperingati HUT Republik Indonesia ke 77 tahun ini banyak lomba-lomba yang akan digelar baik oleh masyarakat maupun organisasi dan instansi pemerintah. Di...

DPRD Tabalong Sepakati Perubahan KUA PPAS Tahun 2022 dan KUA PPAS Tahun 2023

TANJUNG, kontrasonline.com - Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabalong telah sepakati Perubahan KUA PPAS Tahun 2022 dan KUA PPAS...
error: Maaf, Content is protected !!