Kamis, Agustus 11, 2022

Buntut Perubahan Kebijakan Kurikulum Bagi Guru dalam Melaksanakan Pembelajaran di Sekoah Dasar

Pendidikan memiliki peran penting dalam agen perubahan sosial yang diarahkan untuk mencapai tujuan secara nasional. Diharapkan dapat melahirkan manusia Indonesia yang religious dan bermoral, dapat menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan sehat jasmani dan rohani, berkepribadian serta bertanggung jawab. Untuk hal itu perlu diperhatikan terkait kebijakan kurikulum. Kurikulum harus memperhatikan perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan imtaq (iman dan taqwa).

Indonesia sendiri telah mengalami banyak perubahan kurikulum. Menurut subiyantoro,dkk (2015: 4-5) pembaruan kurikulum sangat penting diadakan karena kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan hendaknya menyesuaikan dengan perkembangan yang ada dan sedang berlangsung. Struktural kurikulum yang menyangkut komponen kurikulum yaitu perubahan dalam tujuan yang berdasarkan pandangan hidup dimasyarakat serta filsafah. Perubahan isi dan struktur menyangkut aktivitas belajar, pengalaman yang diberikan, dan pendekatan dari mata pelajaran tersebut. Perubahan strategi dan sarana kurikulum yaitu perubahan teori belajar mengajar, system administrasi, bimbingan dan penyuluhan dan system penilaian belajar, serta Perubahan dalam system evaluasi kurikulum. Faktor penyebab dilakukan perubahan kurikulum yaitu adanya perkembangan dan perubahan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain, berkembangnya industry dan teknologi, orientasi politik atau praktek kenegaraan dan pandangan intelektual yang berubah, pemilikiran baru mengenai proses belajar mengajar dan perubahan dalam masyarakat, serta eksploitasi ilmu pengetahuan.

Dalam perjalanan dunia Pendidikan di Indonesia, salah satu upaya pemerintah untuk mencapai tujuan Pendidikan yang diharapkan adalah melakukan perubahan kurikulum Pendidikan. Perubahan tersebut merupakan salah satu langkah pengembangan antara kurikulum yang ada dengan kurikulum sebelumnya.

Kurikulum itu selalu berubah dan perubahannya selalu dipengaruhi oleh faktor yang mendasarinya. Tujuan Pendidikan dapat berubah secara fundamental bila suatu negara beralih dari negara yang dijajah menjadi negara yang merdeka. Dengan sendirinya kurikulum pun harus mengalami perubahan yang menyeluruh. Kurikulum juga dapat mengalami perubahan bila terdapat pendirian baru mengenai proses belajar sehingga menimbulkan bentuk-bentuk kurikulum seperti activity atau experience curriculum, programmed instruction, pengajaran modul dan sebagainya, perubahan dalam masyarakat, eksplorasi ilmu pengetahuan dan lain-lain mengaharuskan adaya perubahan kurikulum. Perubahan itu menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan dan ancaman serupa akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum.

Pada dasarnya, setiap implementasi kebijakan kurikulum yang diberlakukan pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuan guru mengimplementasi dengan benar. Implemetasi tersebut sedikit banyaknya dipengaruhi oleh persepsi dan interpretasi yang dimiliki oleh guru-guru. Perubahan kurikulum memiliki dampak baik maupun dampak buruk bagi mutu pendidikan, dimana dampak baiknya adalah pelajar bisa belajar dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tapi didukung oleh kepala sekolah, guru, tenaga pengajar, peserta didik, bahkan lembaga itu sendiri. Dampak buruknya adalah mutu Pendidikan menurun dan perubahan kurikulum yang begitu cepat menimbulkan masalah baru seperti menurunnya prestasi siswa, hal ini dikarenakan siswa tidak dapat menyesuaikan diri dengan system pembelajaran pada kurikulum baru (Kurniawan, 2011).

Dunia Pendidikan tak terlepas dari komponen utama yaitu pendidik atau seorang guru. Guru merupakan komponen penggerak dalam pembelajaran di sekolah terutama sekolah dasar. Perubahan kebijakan kurikulum ini membawa pengaruh terhadap guru itu sendiri. Guru menyayangkan bahwa mengapa begitu cepat terjadinya perubahan kebijakan dalam kurikulum sedangkan kebijakan yang lama saja belum 100% terlaksana. Tak bisakah seharusnya kebijakan yang lama terlebih dahulu dirampungkan sebelum mengadakan perubahan kebijakan yang baru. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pembelajaran yang terjadi. Guru harus segera menyesuaikan atas terjadinya perubahan baik dalam lingkup sekolah maupun dalam lingkup pembelajaran. Salah satu dampak perubahan kurikulum sekarang ini menjadi tantangan para tenaga pendidik dalam menerapkan kebijakan kurikulum baru yang diterapkan sesuai kebijakan di sekolah masing-masing.  Artinya seorang guru sekarang dituntut untuk mampu lebih cepat memutar otak dan beradaptasi dengan proses pembelajaran yang berlangsung. Disinilah peran seorang guru menjadi sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Melihat betapa kerasnya seorang guru dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia tentu pemerintah tidak tinggal diam lalu munculah Kurikulum baru. Kurikulum ini bernama kurikulum merdeka, artinya dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung antara guru dengan siswa memiliki kemudahan dan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran. Disini siswa lebih bebas akan belajar apa saja dan guru memiliki fungsi sebagai fasilitator. Artinya semua kebijakan-kebijakan yang terus muncul dan berkembang sebenarnya memiliki tujuan yang baik akan tetapi kebijakan tersebut terkadang bertolak belakang dengan realita yang ada di lapangan, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi kurang maksimal. Untuk dapat menyelaraskan sistem pendidikan yang ada di Indonesia tentu sangat sulit apabila tidak dibarengi dengan perkembangan SDM yang dimiliki di setiap daerah.

Nama penulis

1. Lambang Subarkah Hanafi

2. Rima Sonia

3. Panggih Anugrah Perdana

4. Silvya Damayanty

5. Amelia Wahyu Putri Wardani

6. Safira Roesi

7. Nur Riya Asti 8. Ma’mun Rosyid

Artikel terkait

Blunder Politik Tukang Bakso

Oleh : Kadarisman, Pemerhati Politik Banua Dalam politik perilaku aktor menjadi sangat penting untuk tetap dijaga secara sadar. Perilaku dapat menjadi pesan politik kepada konstituen...

Kebangkitan Dunia Pendidikan dari Covid 19

Oleh : Gilang Setia Mahendra, A. Ridho Afriyanto dan Titik Anjarini Wonosobo - Saat ini kita sedang dihadapkan dengan virus Covid-19 yang berdampak besar pada...

Pembelajaran Tematik Di Era New Normal dengan Menerapkan Blended Learning

Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun kebelakang ini menyebabkan perubahan yang begitu besar khusunya di dunia Pendidikan. Dampak yang terjadi salah satunya...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

tetap terhubung

8,590FansSuka
3,370PengikutMengikuti

Berita Terkini

Kecelakaan Di Tugu Obor, Dua Korban Dibawa Ke RSUD HBK

Dalam minggu ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan TANJUNG, kontrasonline.com - Kecelakaan lalu lintas di kawasan monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor kelurahan Mabu'un kecamatan...

Berikut Kriteria Penilaian Lomba Pos Kamling di Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com – Dalam pelaksanaan lomba Pos Kamling ada sejumlah kategori yang harus diperhatikan bagi peserta yang ikut berpartisipasi. Kasatpol-PP dan Damkar Tabalong, Abdul Halim...

Noor Farida Minta Fasilitas Olah Raga di Selatan Tabalong Diperhatikan

TANJUNG, kontrasonline.com - Fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang masih dianggap minim khususnya di wilayah Selatan Bumi Saraba Kawa mendapat sorotan anggota DPRD Tabalong. Hj....

Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran di Lahan Kosong Desa Karangan Putih

TANJUNG, kontrasonline.com – Kebakaran lahan terjadi di desa Karangan Putih RT 06 kecamatan Kelua pada Selasa (9/8) siang kemarin.  Lahan milik warga setempat yang terbakar...

Meriahkan HUT RI ke 77, Satpol-PP dan Damkar Tabalong Gelar Lomba Pos Kamling

TANJUNG, kontrasonline.com – Memperingati HUT Republik Indonesia ke 77 tahun ini banyak lomba-lomba yang akan digelar baik oleh masyarakat maupun organisasi dan instansi pemerintah. Di...
error: Maaf, Content is protected !!