TANJUNG, kontrasonline.com – Memiliki sumber air yang jernih dari pegunungan menjadi berkah kehidupan bagi warga desa Lano Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong.
904 jiwa di lima rukun tetangga yang mendiami desa paling ujung utara Tabalong itu kebutuhan air bersihnya terpenuhi dengan biaya murah,
Sekretaris desa (Sekdes) Lano Iriadi menceritakan ada dua sumber air yang dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.
“Di wilayah RT 04 dan 05 kebutuhan air bersih warga dialirkan dari sungai Tangga Limpang dan untuk RT. 01, 02 dan 03 dari sungai Dingin” terangnya pada kontrasonline.com baru – baru ini.
Air dialirkan dari dua sungai tersebut hingga kepermukiman warga tanpa bantuan mesin genset.
“Hanya mengandalkan dorongan air saja, kalau jarak sungai Tangga Limpang ke penampungan air di RT 05 sekitar 4 km sedang Sungai Dingin ke penampungan di RT.02 jaraknya sekitar 3 km” ungkapnya.
Meskipun jarak tempuh aliran air cukup jauh dan melewati ratusan batang pipa paralon, karena kuatnya tekanan air tak jarang pipanya pecah.
“Aliran airnya deras, terkadang ada pipa paralon yang pecah” imbuhnya.
Agar aliran air tetap deras, pipa di tempat penampung air di sungai (bagian Hulu) berukuran besar dan dengan jarak tertentu sampai kepermukiman warga ukuran paralonnya semakin kecil.
“Kalau pipa distribusi air yang di sungai sana besarnya 4″, makin turun kebawah ukurannya makin kecil, dengan demikian aliran airnya tetap deras” tuturnya.
Penampung air, pipanisasi dan kolam penampungan dibuat dengan pendanaan yang berasal dari Desa dan kolaborasi dengan program PAMSIMAS.
“Warga hanya dikenakan biaya sebesar Rp 15.000 per bulan untuk biaya perawatan dan memberi insentif pada petugas pengelola. Air boleh dipakai sepuasnya, airnya alami dan tak memakai tawas” ujarnya sambil tersenyum.
Berkah Ansyari, Kasi Pembangunan desa Lano menambahkan meski musim kemarau, debit air masih terbilang stabil.
“Dua sungai tersebut tidak pernah kering meski kemarau panjang” timpalnya.
Karena airnya bersumber dari pegunungan dan terbilang bersih mereka tidak menggunakan penyaringan atau bak pengolahan air.
“Karena airnya bening dan bersih maka tidak perlu tawas dan penyaringan, airnya langsung didistribusikan kerumah – rumah warga” ucapnya.
Meskipun demikian, sesekali air bisa saja macet karena aliran sungai tertutup longsor ataupun saat ada pipa yang pecah.
“Paling satu dua jam, setelah itu normal lagi. Saat petugas selesai memperbaikinya air kembali mengalir normal” ujar Ariadi.
Saat ditanya apakah memungkinkan dua sumber aliran sungai Tangga Limpang dan Sungai Dingin didistribusikan hingga ke kantor camat Jaro, dua aparat desa ini memperkirakannya mampu.
“Mampu, asal ukuran pipanya yang dibagian hulu ukurannya besar” pungkas mereka yakin.(Boel)