TANJUNG, korankontras.net – Sebagai bentuk keseriusannya menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Pengadilan Negeri (PN) Tanjung mulai melakukan beberapa inovasi layanan bagi masyarakat.
Ketua PN Tanjung, Dr. Wisnu Widiastuti mengatakan saat ini pihaknya melakukan pembenahan baik itu di internal mereka maupun dari luar.
“Zona integritas itu poinnya dua yaitu bebas korupsi dan pelayanan publik, jadi kedalam kita membenahi internal sedangkan keluar kita membenahi pelayanan ke masyarakat” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/2).
Inovasi-inovasi pelayanan pun terus pihaknya kembangkan untuk menuju Zona Integritas tersebut, yang terbaru tahun ini yaitu pembuatan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan (Siap) PN Tanjung.
“Aplikasi ini ada di play store, yang lebih membanggakan yang membuat ini kebetulan pegawai honorer kami” ujar Wisnu.
Ia menuturkan aplikasi ini merupakan sistem terpadu yang berisi informasi dan berbagai aplikasi pelayanan PN Tanjung.
“Semua layanan yang berhubungan dengan masyarakat ada disini, hanya dalam satu aplikasi ini bisa diakses melalui handphone” tuturnya.
Selain SIAP PN Tanjung, pihaknya tahun ini juga meluncurkan Sistem Informasi Keluhan Sidang (Si Aluh).
“Lewat layanan ini masyarakat bisa memberi masukan apabila ada kekurangan kami di dalam pelaksanaan sidang dan utamanya sekarang daring biasanya sinyalnya jelek dan itu bisa menjadi masukan ke kami” sambung Ketua PN Tanjung itu.
Wisnu juga menyampaikan ada lagi layanan yang mereka kembangkan yaitu Aplikasi Pengawasan Kebersihan Pengadilan Negeri Tanjung (E-Sikat).
“Masyarakat yang datang ke sini bisa menilai dan mengawasi kebersihan di kawasan PN Tanjung, dan sistem ini terhubung langsung ke pimpinan jadi tindak lanjutnya cepat” ucapnya.
PN Tanjung juga membuat akun tiktok yang bertujuan untuk memberikan informasi pelayanan pihaknya.
“Ini dibuat untuk menyasar anak muda agar paham pelayanan yang ada di PN Tanjung” tambah Wisnu.
Ia pun berencana bulan Maret mendatang kembali meluncurkan sebuah sistem untuk mendukung pihaknya menuju zona integritas.
“Insyaallah bulan Maret akan melaunching aplikasi panggilan sidang (E-Calling), lewat aplikasi nanti saksi dan para pengunjung akan diberikan informasi lewat pengeras suara, tidak lagi di panggil oleh petugas untuk memasuki ruang sidang” beber perempuan berkacamata itu.
Wisnu menjelaskan semua inovasi sistem ini juga untuk memudahkan pihaknya serta menghindari kontak langsung dengan orang.
“Karena saat ini kita masih di masa pandemi Covid-19” jelasnya.
Selain beberapa inovasi layanan itu, pihaknya juga melaksanakan penandatanganan kerjasama dengan berbagai pihak.
“Pertama Mou dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), ini untuk pengukuran perkara obyek sengketa dalam perkara perdata, supaya lebih tepat dan praktis jadi tidak ada tanah-tanah tidak jelas batas serta luasnya” terang Wisnu.
Kemudian, katanya lagi ada kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Tabalong untuk minta bantuan pendampingan terhadap masyarakat disabilitas yang melaksanakan sidang pengadilan baik itu sebagai terdakwa, saksi dan tergugat.
“Selanjutnya MoU dengan kantor Pos, ini membantu pengiriman merchandise ke masyarakat, misalkan pelayanan kita lebih dari satu jam, kita kemudian menjelaskan kenapa pelayanannya bisa lambat terus mereka akan memberi merchandise sebagai bentuk permohonan maaf kami” katanya.
Wisnu juga menerangkan saat pandemi Covid-19 ini pihaknya juga bekerjasama dengan klinik Husada untuk melaksanakan tes antigen bagi karyawan PN Tanjung.
“Tes antigen tiap tiga bulan sekali, jadi kita memang ketat sekali tentang prokes ini, dan kita juga menyediakan meja anti covid, jadi semua teman-teman disini dapat vitamin, masker tiap hari dari kantor” terangnya.
Selain itu ada lagi bentuk kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pilar Keadilan untuk pendampingan hukum kepada masyarakat tidak mampu.
“Kita juga melakukan kerjasama dengan Hotel Aston Tanjung, tv serta radio lokal berkaitan tentang penyampaian informasi kepada masyarakat melalui videotron atau televisi” tandas Ketua PN Tanjung. (Can)