Kamis, Agustus 11, 2022

Kebijakan Larangan Mudik dan Konsekuensinya di Tengah Wabah Virus Corona

Rahimullah, Alumni FISIP Universitas Lambung Mangkurat

Mahasiswa Pascasarjana FISIP Universitas Airlangga

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas bersama jajaran kabinet yang disiarkan pada kanal youtube sekretariat kepresidenan pada 21 April 2020 akhirnya memutuskan pelarangan mudik bagi semua masyarakat.

Pernyataan Presiden yang melakukan larangan mudik tidak “bertepuk sebelah tangan”, ditindaklanjuti serius oleh jajaran bawahannya. Dalam hal ini, kementerian perhubungan yang mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kebijakan larangan mudik ini sebenarnya sudah lama dikehendaki berbagai kalangan, termasuk dari pemerintah daerah yang khawatir terjadinya penyebaran virus corona di wilayahnya. Karena bagaimanapun juga penyebaran virus corona yang terkomfirmasi di daerah sebelumnya berasal dari warga yang datang dari luar daerah.

Sehingga larangan mudik yang dilakukan pemerintah ini agak terlambat diterapkan. Kita bisa membayangkan andaikan larangan mudik itu dilakukan sedari awal dan serius diimplementasikan, dapat saja penyebaran virus corona tidak secara signifikan terjadi yang seperti sekarang ini sudah menyebar keseluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Namun, better late than never. Keputusan Presiden melakukan larangan mudik patut diapresiasi sebagai ikhtiar pencegahan dan meminimalisir resiko kemungkinan semakin bertambahnya penyebaran virus corona yang ada di daerah.

Konsekuensi Larangan Mudik

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah telah diimplementasi kebijakan larangan mudik pada 24 April 2020 sampai dengan 31 Mei 2020.

Saat itu pula ada konsekuansi yang harus ditanggung berbagai kalangan. Sebagaimana diketahui berlakunya larangan untuk mudik terhadap penggunaan sarana transportasi darat, perkeretaapian, laut, dan udara. Larangan penggunaan transportasi tersebut berlaku untuk sarana transportasi dengan tujuan keluar dan/atau masuk wilayah: pembatasan sosial skala besar, zona merah penyebaran virus corona, serta aglomerasi yang telah ditetapkan sebagai wilayah pembatasan sosial berskala besar.

Pelarangan penggunaan transportasi darat berpengaruh signifikan terhadap pendapatan bisnis angkutan yang pada akhirnya berdampak juga kepada para pengemudi dan awak kendaraan yang berpotensi kehilangan penghasilan pekerjaan. Sebagaimana yang dikutip dalam laman katadata.co.id diungkapkan Ateng Aryono selaku Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) yang mengatakan dari data yang dimiliki di seluruh Indonesia itu ada pengemudi dan awak kendaraan sebanyak 1,5 juta jiwa yang terancam di rumahkan. Selain berdampak pada aktivitas bisnis transportasi darat, masyarakat sebagai pengguna jalan darat yang berniat melakukan mudik harus menunda perjalanannya menuju kampung halaman. Bahkan masyarakat yang sudah melakukan perjalanan pada waktu peraturan larangan mudik sudah diimplementasikan terpaksa harus patur balik ke tempat semula. Sebagaimana yang sudah terkomfirmasi dari laman detikOto sebanyak 1.689 kendaraan yang terdiri dari 1.181 kendaraan pribadi dan 508 bus yang disuruh putar balik ke Jakarta.

Sedangkan pihak kereta api Indonesia (KAI) yang dikutip dalam laman liputan6.com, Public Realation KAI Joni Martinus mengungkapkan adanya pembatalan sebanyak 401  perjalan kereta api yang terdiri dari 213 kereta api jarak jauh dan 188 kereta api lokal akibat diterapkannya larangan mudik yang dilakukan pemerintah. Pembatalan itu juga membuat para penumpang yang sudah melakukan pembelian tiket kereta api memudarkan harapannya berangkat ke kampung halamannya.

Begitu pula pelarangan penggunaan transportasi laut membuat pihak  pelabuhan nasional tidak bisa menjual tiket kapal kepada penumpang dan menjadikan kapal penumpang dialihkan fungsinya sebagai kapal angkutan barang. Selain itu juga dari para penumpang yang sudah berniat berlayar menggunakan kapal laut harus menunda keberangkatannya menuju kampung halaman.

Kemudian juga penggunaan transportasi udara  yang sebelumnya lebih 50% sudah mengalami terjadinya penurunan penumpang yang signifikan. Sekarang ini ada 34 bandara sudah tidak diperbolehkan melayani penumpang akibat larangan mudik yang diberlakukan. Penutupan bandara ini tidak hanya berdampak pada maskapai penerbangan yang harus “gigit jari” untuk meraup pendapatan. Para tenaga kerja dan stakeholder terkait yang “bermukim” di bandara juga tidak luput dari dampak yang dirasakan, syukur kalaunya ada insentif yang diberikan kepada mereka untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Begitu pula dengan masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan yang jauh-jauh hari sudah atau berencana melakukan pembelian tiket pesawat yang berniat on the way menuju kampung halaman harus berlapang dada  menerima keadaan.

Berbagai konsekuensi yang harus ditanggung pihak transportasi darat, perkeretaapian, laut, dan udara serta stakeholder terkait ini tidak sepatutnya juga dibiarkan begitu saja oleh pihak pemerintah. Pemerintah dapat memfasilitasi keluhan dari pihak terkait untuk memberikan pemecahan permasalahan, setidaknya win-win solution.

Kepada masyarakat yang harus menunda mudiknya dengan keuangan yang mencukupi untuk bertahan memenuhi kebutuhan tentuya bukan menjadi persoalan. Namun berbeda halnya dengan masyarakat atau pelajar/mahasiswa yang memilih mudik karena terancam kebutuhan hidupnya ketimbang berada di kampung halaman ini yang diharapakan ada tindakan pemerintah untuk memberikan solusinya.

Pemerintah yang sudah memberikan tugas kepada jajarannya dan aparat keamanan untuk mengawal kebijakan larangan mudik sepatutnya juga mengedepankan langkah persuasif ketimbang tindakan tegas hingga penerapan denda kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran, mengingat mereka juga menjadi bagian korban dari dampak virus corona. Selain itu juga rasa kemanusian menjadi nilai tambah yang berlipat ganda dalam suasana bulan ramadhan yang penuh keberkahan.*

Artikel terkait

Blunder Politik Tukang Bakso

Oleh : Kadarisman, Pemerhati Politik Banua Dalam politik perilaku aktor menjadi sangat penting untuk tetap dijaga secara sadar. Perilaku dapat menjadi pesan politik kepada konstituen...

Kebangkitan Dunia Pendidikan dari Covid 19

Oleh : Gilang Setia Mahendra, A. Ridho Afriyanto dan Titik Anjarini Wonosobo - Saat ini kita sedang dihadapkan dengan virus Covid-19 yang berdampak besar pada...

Pembelajaran Tematik Di Era New Normal dengan Menerapkan Blended Learning

Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun kebelakang ini menyebabkan perubahan yang begitu besar khusunya di dunia Pendidikan. Dampak yang terjadi salah satunya...

tetap terhubung

8,590FansSuka
3,370PengikutMengikuti

Berita Terkini

Wakil Bupati Tabalong Lantik 3 Kepala Desa PAW

TANJUNG, kontrasonline.com - Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi melantik tiga orang pengganti antar waktu (PAW) kepala desa, Kamis (11/8). PAW kepala desa ini dilakukan untuk...

Kecelakaan Di Tugu Obor, Dua Korban Dibawa Ke RSUD HBK

Dalam minggu ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan TANJUNG, kontrasonline.com - Kecelakaan lalu lintas di kawasan monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor kelurahan Mabu'un kecamatan...

Berikut Kriteria Penilaian Lomba Pos Kamling di Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com – Dalam pelaksanaan lomba Pos Kamling ada sejumlah kategori yang harus diperhatikan bagi peserta yang ikut berpartisipasi. Kasatpol-PP dan Damkar Tabalong, Abdul Halim...

Noor Farida Minta Fasilitas Olah Raga di Selatan Tabalong Diperhatikan

TANJUNG, kontrasonline.com - Fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang masih dianggap minim khususnya di wilayah Selatan Bumi Saraba Kawa mendapat sorotan anggota DPRD Tabalong. Hj....

Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran di Lahan Kosong Desa Karangan Putih

TANJUNG, kontrasonline.com – Kebakaran lahan terjadi di desa Karangan Putih RT 06 kecamatan Kelua pada Selasa (9/8) siang kemarin.  Lahan milik warga setempat yang terbakar...
error: Maaf, Content is protected !!