Senin, Januari 17, 2022

Potensi Perikanan Di Banyu Tajun

Ribuan Ton ikan  dihasilkan setiap tahunnya

kerambaDesa Banyu Tajun sebagaimana desa lainnya di wilayah selatan seperti Banua Lawas dan Kelua memiliki potensi perikanan air tawar yang besar.

Meskipun hanya dialiri oleh sungai kecil dengan nama sungai Uwie yang melintas di sisi barat, lebar sungai tidak mencapai enam meter dari sungai uwie sebagian besar masyarakat desa Banyu Tajun mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Di sungai Uwie ini mereka membuat keramba , jumlahnya pun sampai ratusan buah shingga sungai uwie terlihat sesak dengan keramba ikan.

Sungai ini berhulu di daerah Pupuh, Bartim. Hampir disepanjang aliran sungai Uwi di dekat perumahan warga tampak jejeran karamba ikan.

“sekitar 40 an orang warga desa banyu tajun yang membudidayakan ikan di karamba” terang Ismidi, sekretaris desa yang sudah berstatus PNS.

Jumlah karambanya sekitar 300- 400 buah, Tiap pemilik mempunyai jumlah  karamba yang bervariasi. mulai dari beberapa buah sampai berpuluh-puluh karamba terang Ismidi lagi.

hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Faisal, pendamping desa Banyu Tajun.

“kebetulan saya jadi petugas pendamping desa saya sendiri” ujarnya ramah mengawali obrolan.

Menurut pria muda ini, dirinya juga sudah cukup lama menggeluti usaha budidaya ikan karamba, Ia memiliki 10 buah karamba.

Kesepuluh kerambanya diisinya dengan ikan mas, “ ikan mas cepat masa panennya dan lumayan menguntungkan karena nilai jualnya dipasaran cukup baik” ujarnya memberikan alasan.

Masa panenya sekitar 3 bulan sementara kalau  ikan nila baru bisa dipanen sekitar 4 bulan. Faisal sekali panen bisa menjual ikan mas sebanyak 3 ton .

Kemarau Masih Jadi Kendala

dalam satu tahun warga bisa memanen ikan 2 sampai 3 kali. ” kalau tiga kali sudah beresiko tinggi” ujar Ismidi lagi. Resiko yang dimaksud adalah musim kemarau. Hal ini dikarenakan debit sungai uwi airnya akan turun drastis.

“hanya seperempat dari bagian karamba yang bisa terendam air” keluhnya lagi.

Ditambah kebiasaan warga yang setiap tahunnya beramai- ramai ma iwaki (mencari ikan secara beramai-ramai) di sungai,

Kebiasaan ini mereka lakukan setiap musim kemarau tiba bahkan sungai yang mereka iwaki sampai ke sungai di daerah kalteng. Saat mencari ikan disungai secara beramai-ramai yang ikut bisa mencapai ratusan orang karena bukan hanya warga Banyu Tajun mereka dari warga dari sei pimping dan desa  binturu juga ikut ke sungai.

Belum lagi dengan kebiasaan warga yang mencari ikan saat kemarau dengan menggunakan potas (sejenis racun ikan) kalau sudah begini ikan dalam keramba juga ikut mati, itulah alasan mereka tidak akan mengisi kerambanya saat kemarau tiba.

Kalau mereka nekat mengisi keramba dengan ikan jangan harap akan penen karena ikan masih kecil dan belum masuk usia panen terpaksa harus dijual dengan  Harga jualnya pun jauh dibawah harga normal penjualan.

 “mau bagaimana lagi, dari pada tidak jadi duit yang penting bisa mengurangi kerugian” cerita Ismidi tentang pengalamannya nekat tetap mengisi keramba saat kemarau.

Para petani ikan keramba juga mengalami masalah dengan harga pakan ikan yang mahal, permaslaahan ini secara otomatis mengurangi keuntungan yang didapat.

Harga pakan ikan untuk berat 50 kg sudah diatas Rp. 420.000 per karungnya dan ironisnya setaipa tahun harga pakan ikan mengalmai kenaikan.

Untuk masalah pemasaran, sudah tidak menjadi persoalan lagi. disamping untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi warga di dalam desa ataupun desa sekitar, rata-rata pemilik karamba sudah mempunyai pembeli yang saban kali panen akan datang membeli ikan mereka.

Sekretaris desa juga mengatakan bahwa mereka sudah meminta kepada PT. Adaro untuk membantu warga desa yang bergerak dibidang perikanan lewat program csr berupa pelatihan pembuatan pakan ikan dan dijanjikan oleh perusahaan akan diikutkan pelatihan di kabupaten Balangan.

Ia juga memperkirakan bahwa dalam satu tahun petani ikan di desa batang banyu mampu menghasilkan dan menjual ikan sampai 100 ton. (boel)

Artikel terkait

Lima Inovasi Antarkan Tabalong Raih Innovative Government Award 2021

JAKARTA, kontrasonline.com - Setelah bersaing ketat dengan 417 Kabupaten, akhirnya Pemerintah Kabupaten Tabalong berhasil meraih predikat Kabupaten Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) tahun...

Anang Ajak Bersama Bangun Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com - Keberhasilan dan pencapaian pembangunan yang di raih kabupaten Tabalong sampai dengan saat ini merupakan buah kerja keras dan kerja sama semua...

Ditengah Pandemi Capaian Tabalong Dalam Usia 56 Tahun

TANJUNG, kontrasonline.com - Meski sempat di warnai gerimis, peringatan HUT Tabalong ke 56 tetap berjalan lancar dan khidmad. Mengambil tema ”Masyarakat Sehat, Ekonomi Berkembang, Tabalong...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

tetap terhubung

8,590FansSuka
2,913PengikutMengikuti

Berita Terkini

2021 KPH Tabalong Evakuasi 9 Satwa

TANJUNG, kontrasonline.com - Mulai dari Burung Rangkong hingga ular jenis Sawa diamankan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Tabalong. Satwa tersebut diamankan dengan beberapa hewan lainnya karena...

Ternyata gara-gara cemburu, Gadis Belia ini ceburkan diri ke sungai Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com - SR terbaring lemah di ruang IGD RSUD Badaruddin Kasim usai dirinya melakukan aksi nekat menceburkan diri ke sungai Tabalong. Sabtu (15/1). Diduga...

Geger, Gadis Belia Ceburkan Diri ke sungai Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com - Warga kecamatan Murung Pudak di gegerkan dengan seorang perempuan menceburkan diri ke sungai Tabalong, Sabtu (15/1). Kejadian tersebut tepat terjadi di jembatan...

Masih Sisakan Api, Upbs Bara Kembali ke Lokasi Kebakaran

TANJUNG, kontrasonline.com - Kebakaran di sebuah toko pakan ternak ternyata masih menyisakan api, Sabtu (15/1) pagi. Informasi itu diketahui setelah ada laporan pagi tadi yang...

Toko Pakan Ternak di Pembataan Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

TANJUNG, kontrasonline.com - Kebakaran di sebuah toko pakan ternak yang terjadi pada Jum'at (14/1) malam mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah. Dari data yang diperoleh, kebakaran...