Kamis, Agustus 11, 2022

Warga Uya cemaskan Rencana Rel Kereta Api

20160510_091223Kereta api adalah salah satu sarana transportasi yang sangat bermanfaat karena dapat menghemat biaya dan waktu karena hanya berhenti di tiap setasiun saja cocok untuk Kalimantan yang jarak antar kota dalam provinsi nya cukup jauh berkisar rata – rata antara 40 KM – 55 KM.
Namun demikian dalam rencana pembangunannya menuai pro dan kontra di masyarakat. Baik lahan pangan dan bangunan rumah yang terkena jalur rel kereta api maupun yang tidak terkena jalur tersebut namun  dampak dari suara bising kereta api saat melintas karena berada tepat di samping rumah dan disamping tempat usaha yang dikuatirkan.

Seperti salah seorang warga Muara Uya yang bernama Rahman “kalau sama dengan harga disini tetapi tidak lebih mahal baik cari lahan lain saja” ujarnya dengan nada kecewa karena lahan pangan cukup menghasilkan untuk menafkahi keluarganya dan rumah yg ditinggali sudah cukup lama.
Begitu juga dengan salah seorang warga yang bernama Edi , Ia mempertanyakan kompensasi jika kereta jadi melintas di dekat dengan usahanya berupa peternakan ayam potong

“adakah kompensasinya, bagaimana jika ayamku banyak mati karena terkejut saat kereta api melintas” ujarnya khawatir.
Walaupun belum terealisasi pembangunannya namun sudah cukup membuat warga sekitar cemas karena survei sudah dilakukan 2 ( dua ) kali di tempat yang sama oleh beberapa orang yang mengaku dari pihak PT.KAI yang bernama Deni dan Udin.
Saat ditemui kontras beberapa orang tersebut mengatakan bahwa rencana pembebasan lahan akan dilakukan dalam tahun 2017 dan biaya ganti rugi disesuaikan dengan harga didesa setempat.

” harga disesuaikan mas dengan harga disini” ujar keduanya kompak.

Terkait dengan ada tidaknya kompensasi terhadap usaha warga yang terganggu dengan adanya kereta api mereka berdua tidak bisa memberikan jawaban (Ytn)

Artikel terkait

Kecelakaan Di Tugu Obor, Dua Korban Dibawa Ke RSUD HBK

Dalam minggu ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan TANJUNG, kontrasonline.com - Kecelakaan lalu lintas di kawasan monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor kelurahan Mabu'un kecamatan...

Meriahkan HUT RI ke 77, Satpol-PP dan Damkar Tabalong Gelar Lomba Pos Kamling

TANJUNG, kontrasonline.com – Memperingati HUT Republik Indonesia ke 77 tahun ini banyak lomba-lomba yang akan digelar baik oleh masyarakat maupun organisasi dan instansi pemerintah. Di...

Sumur Bor Mengeluarkan Gas Belum Ditutup

TANJUNG, kontrasonline.com - Semburan gas di pipa sumur bor milik warga di desa Jirak RT 3 kecamatan Pugaan saat ini belum dilakukan penutupan oleh...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

tetap terhubung

8,590FansSuka
3,370PengikutMengikuti

Berita Terkini

Wakil Bupati Tabalong Lantik 3 Kepala Desa PAW

TANJUNG, kontrasonline.com - Wakil Bupati Tabalong, H Mawardi melantik tiga orang pengganti antar waktu (PAW) kepala desa, Kamis (11/8). PAW kepala desa ini dilakukan untuk...

Kecelakaan Di Tugu Obor, Dua Korban Dibawa Ke RSUD HBK

Dalam minggu ini sudah terjadi tiga kali kecelakaan TANJUNG, kontrasonline.com - Kecelakaan lalu lintas di kawasan monumen Tanjung Puri atau Tugu Obor kelurahan Mabu'un kecamatan...

Berikut Kriteria Penilaian Lomba Pos Kamling di Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com – Dalam pelaksanaan lomba Pos Kamling ada sejumlah kategori yang harus diperhatikan bagi peserta yang ikut berpartisipasi. Kasatpol-PP dan Damkar Tabalong, Abdul Halim...

Noor Farida Minta Fasilitas Olah Raga di Selatan Tabalong Diperhatikan

TANJUNG, kontrasonline.com - Fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang masih dianggap minim khususnya di wilayah Selatan Bumi Saraba Kawa mendapat sorotan anggota DPRD Tabalong. Hj....

Petugas Gabungan Padamkan Kebakaran di Lahan Kosong Desa Karangan Putih

TANJUNG, kontrasonline.com – Kebakaran lahan terjadi di desa Karangan Putih RT 06 kecamatan Kelua pada Selasa (9/8) siang kemarin.  Lahan milik warga setempat yang terbakar...
error: Maaf, Content is protected !!