Sabtu, Juni 25, 2022

Nasib Sukardi, Nasib pengrajin Anyaman

kardiSore itu di desa Bungin Kecamatan Banua Lawas, tampak sepasang suami istri tengah asyik dengan pekerjaannya masing masing.

Sang suami Kurdi (62) dengan anyaman bambunya membuat nyiru (tampah -Red) ukuran kecil dan sang istri Nurmi (49) dengan daun rumbianya asyik membuat atap rumbia.

Tidak banyak percapakan antara pasangan berumur itu namun kehangatan didalam rumah tersaji dari sesekali senyum mereka ketika mata mereka beradu.

Ketika saya meminta ijin untuk masuk kedalam rumah yang usianya setua usia mereka dengan ramah dipersilahkan sambil mencarikan tempat duduk dilantai papan yang bersih.

kaini pang kadiaman wan gawian kami bila kada ka baruh katanya ramah (beginilah keadaan rumah dan pekerjaan kami apabila tidak pergi ke sawah Red).

Saat ini baru akan memasuki musim penghujan, jadi pekerjaan disawah masih belum ada, jadi untuk menambah penghasilan dan mencukupi kebutuhan dapur inilah pekerjaan kami katanya mengawali cerita. Mengingat usia yang sudah menginjak senja seperti ini, tidak banyak pekerjaan yang bisa saya lakukan ujar kurdi dengan lirih. sidin sudah kada tapi kawa lagi bagawian uyuh mun sudah tuha ka ini, paling mangganii gawian maayam nyiru,ngintu gin kada tapi tahan duduk lawas jua ujar sang istri (Beliau tidak bisa lagi bekerja yang berat-berat karena sudah tua, sekedar membantu menganyam nyiru, itu pun tidak bisa duduk terlalu lama juga Red).

Bahan bahan untuk membuat kerajinan ini kita beli dari warga sekitar sini, kami tidak punya. Sawah yang kita garap pun bukan milik pribadi tapi milik orang lain. Kami hanya mangaruni ujarnya dengan senyum hambar. Bamban, daun Rumbia, Bambu semuanya kita beli. Daun rumbia satu ikat besar kita beli seharga Rp.10.000 rupiah, Bamban bisa dibeli Rp.10.000 atau Rp.5000 tergantung uang yang ada dimiliki saja ujarnya lagi, begitu pula dengan bambu.

dalam sehari saya bisa membuat atap rumbia sampai 40 sampai 50 bidang (satuan jumlah untuk menghitung atap rumbia Red). Tapi kalau lagi kesawah paling hanya bisa 15 sampai 20 bidang saja. Kalau suami hanya mampu mengayam 2 sampai 4 buah nyiru saja dalam sehari ujar Nurmi bercerita. Untuk membuat nyiru ada beberapa tahap Setelah bambu diukur sesuai dengan keperluan di potong-potong Kemudian di belah lagi beberapa kali sampai sebegitu tipis hingga tertinggal bagian sembilunya saja. Kemudian dijemur satu hari baru bisa dianyam cerita Kurdi.

bini kardiAtap dijual seharga Rp.80.000 per ikat. Satu ikat isi 100 bidang. Sedang untuk nyiru dijual seharga Rp.4000 per buah. nyiru yang ku jual tu balum di bingkai, aku maanyamkan hajaujar Kurdi (nyiru yang saya jual tu belum di beri bingkai, saya hanya membuat anyamannya saja Red).

Untuk penjualan hasil kerajinan ini di desa bungin sudah ada pengepulnya. Jadi mereka yang datang mengambil ujarnya lagi.

Di desa Bungin ini ada 20 sampai 25 orang orang pengrajin seperti kami iniujar Nurmi.

Waktu Koran kontras bertanya dimana anak mereka, nurmi menjawab dengan sendu bahwa dia tidak punya anak.

ada ae anak tiri, anak abahnya yang tadahulu tapi sudah kada di rumah ini lagi badiaman, sudah bakaluarga saurang ujarnya lagi (ada, tapi anak tiri dari suaminya, tapi tidak tinggal bersama lagi dan sudah berkeluarga- Red)

Ada saja hikmahnya tidak punya anak ujar Kurdi menghibur istrinya, coba kalau ada memiliki anak yang masih kecil, bagaimana membiayainya, untuk mencukupi kebutuhan sehari hari saja sudah susah. Hasil dari menjual atap dan anyaman nyiru hanya cukup untuk makan sambungnya lagi.

Untuk hasil sawah, karena menggarap milik orang lain maka kita mendapatkan bagian sebanyak 2 bagian dan pemilik lahan 1 bagian. Cukup untuk makan saja katanya lagi. Allhamdulillah karena kami masih mendapat bantuan raskin (beras miskin) dan kemarin juga mendapat bantuan kompor gas. Bantuan Ini sangat berarti bagi kami. Mohon Maklum ya pa, kita orang yang tidak memiliki apa-apa ini pasti sangat senang dengan adanya bantuan seperti ini ujar Kurdi.

Lihat saja rumah kami ini,tidak ada isinya. Jangankan untuk mengisinya, mengganti dinding kayu dan bagian atapnya saja tidak mampu. Coba lihat, kuda-kuda rumah dan bagian rangkanya saja diberi penahan,kalau tidak mungkin sudah jauh-jauh hari rubuh ujarnya sedih.

Harapan kami, mudah-mudahan ada program pemerintah untuk bantuan perbaikan atau rehab rumah dan permodalan untuk usaha kecil pembuatan atap rumbia dan anyaman nyiru ini katanya mengakhiri pembicaraan.

Keluarga Kurdi hanya sebagian kecil warga miskin di Tabalong untuk Kecamatan Banua Lawas keluarga miskin tergolong banyak dibandingkan dengan Kecamatan lain di Tabalong.

Dari data yang diperoleh keluarga miskin di Tabalong jumlahnya masih lima ribu lebih tentunya diperlukan langkah nyata dan tepat dari pemkab Tabalong untuk mengentaskan warganya (aboel misriwan)

Artikel terkait

Desa Tanta Incar Juara Lomba Desa dan Karang Taruna Tingkat Provinsi

TANJUNG, kontrasonline.com - Desa Tanta kecamatan Tanta  mewakili Tabalong dalam lomba desa tingkat provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini, desa tersebut kedatangan tim penilai provinsi yang...

Penguatan Sinyal Telepon Seluler Mampu Tingkatkan IDM di Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com - Perkembangan indeks desa membangun (IDM) di Tabalong kini terus meningkat, terbaru sudah ada 13 desa yang berstatus mandiri. Peningkatan status tersebut bisa...

H. Erwan Galang Dukungan Taman Menanti Laburan Dalam Desa Wisata Nusantara

TANJUNG, kontrasonline.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tabalong, H Erwan meminta kerjasama seluruh SKPD untuk mendukung Taman Wisata Menanti Laburan desa...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

tetap terhubung

8,590FansSuka
3,370PengikutMengikuti

Berita Terkini

Mampukah Bumdes Mart Berjaya dengan Pergantian Nama Menjadi Bersinar Mart?

TANJUNG, kontrasonline.com – Toko yang dikelola Badan Usaha Milik Desa  atau yang lebih sering disebut Bumdes Mart seluruh Tabalong rencannya akan diganti namanya menjadi...

Ferry Resmi Nahkodai Partai Demokrat Tabalong

TANJUNG, kontrasonline.com - Setelah cukup lama dinanti - nanti, akhirnya diketahui siapa yang menakhodai Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kabupaten Tabalong. Sesuai Surat Keputusan...

Pembelajaran Tematik Di Era New Normal dengan Menerapkan Blended Learning

Pandemi Covid-19 yang berlangsung selama dua tahun kebelakang ini menyebabkan perubahan yang begitu besar khusunya di dunia Pendidikan. Dampak yang terjadi salah satunya...

Stok Hewan Qurban Masih Kurang, Disbunnak Tabalong Ambil Langkah Ini

TANJUNG, kontrasonline.com - Kabupaten Tabalong kini masih kekurangan stok hewan qurban jelang Idul Adha. Hal itu dibeberkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner...

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di SDN SINDURJAN pada Masa Pandemi

SDN Sindurjan Purworejo merupakan salah satu Sekolah Dasar yang mengalami dampak dari pandemi COVID-19. Meskipun pada tahun ajaran 2021/2022 COVID-19 sudah mereda namun SDN Sindurjan...
error: Maaf, Content is protected !!